Tiada Malu
ku telusuri
jalanan penuh duri
ku nikmati
walau terasa perih
sayatan tajam
menghujam
relung hitam
kan hilang
langkah kaki
kan kuresapi
seakan tiada henti
jalani kehidupan ini
hanyut bergumul tiada rasa
congkaknya jiwa besarkan dada
busung berjalan telanjangi dunia
sombongnya manusia hiasi dunia
tiada malu
tiada ragu
terus maju
dengan senyum takabburmu
duhai hati penuh nafsu
kapan jiwamu tertunduk pilu
membungkuk hina
dihadapan Sang Penguasa
bersujud
bersimpuh
mengagungkan
Asma-Nya
kesombongan
kecongkakan
kedengkian
sirna di alam sana
addienk, Qoedoez, 12 Shafar 1431 H